Sepucuk Doa tentang Hujan

Sepucuk Doa tentang Hujan
Menunduk sambil ku penjamkan mata
Menyanyikan kidung hingga doa-doa ku ucapkan
Namun hati semakin resah
Menatap hancur kearahku, menatap risau akan mereka

Kulantunkan doa-doaku kembali
Harap hujan tak akan hadir ditempat ini
Menghampiri mereka
Seruan mereka meminta sedikit nafas yang lebih baik

Langit kembali menghitam
Bukan malam yang akan segera menyapa
Hanya langit yang ingin mengeluarkan tangisnya kembali
Ingin mengadu isakku akan gemuruhnya, mungkin

Hujan tak henti, hingga tangisanya menhampiri bibir pintu
Ingin mengusir, ketempat yang lebih baik
Bukan tak menginginkan hujan
Hanya hati yang merintih mendengar isakan mereka

Tuhan lah sang pencipta
Kita hanya penikmat rencana
Beharap Tuhan menurunkan hujan
Hingga mereka menghirup udara, lega
.
.
.
.
Puisi ini seperti ungkapan hati, dikotaku Medan hujan sering datang terkadang sampai takut banjir datang, saat itu akan sedikit resah dan berharap hujan tak datang lagi seperti "tidak bersyukur" bagi sebagian orang.
Tapi disini hujan datang pagi, siang, malam juga, terkadang hati merasa sedih mengingat teman-teman yang ada di riau, jambi dan sekitarnya.
Seperti ingin mengirim hujan kesana, tapi jika nanti hujan tak datang di sini lagi pasti aku juga merindukanya. Aku hanya berharap disini dan disana hujanya seimbang.
Tapi apa daya Sang Penciptalah yang tau mana yang terbaik.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia