Ruang Rindu

Ruang Rindu
Kita hanya penikmat waktu, bukan sang pembuat atau sang pemilik waktu. Kita hanya berencana tanpa tau hasil mana yang akan menjadi bagian kita.

Jika waktu bisa diulang kembali aku akan tetap memilih waktu saat dimana bertemu dengan mu. Meski kutau dengan sangat jelas, aku hanya menikmati rasa diawal hingga pahit menghampiri sebagai ending cerita.

Hari-hari yang aku jalani, tanpa doa untuk hari yang tebaik jika kau disisiku itu lebih dari hari baik untukku. Kekosongan dalam jiwa bisa kau isi, dengan senyum yang menenagkan, rasa mengayomi yang membuatku menjadi seperti seorang Putri.

Perselisihan yang datang, tak perlu dijadikan permasalahan besar hanya berusaha mencari kesimpulan sebagai jalan mencari dammai hingga tangan saling menggenggam kembali, merajut cerita yang sempat tergores hingga utuh kembali.

Waktu memang bukan milikku, aku tak bisa menghalah setiap masalah yang datang menghampiri, hingga waktu semakin sempit mempertemukan kita dalam keadaan tak saling mengenal satu-sama lain.
"Aku menyesal mengenalmu". Kata-kata itu yang terakhir keluar dari mulutmu, itu membuat hatiku seakan dibunuh. Bgaimana kau bisa mengucapkan kata-kata itu.
Jika kau bertanya padaku apa aku menyesal, tentu tidak hanya berusahan membuat hidupku lebih baik hingga tak ada yang menyesal mengenalku di kemudian hari.
Aku masih menyimpanmu jauh dalam hati, tersiksa akan rindu tentangmu, sudah lama tak bertemu, hanya melepas rindu dalam Ruang Rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia