Maaf

Maaf
Reuni, pertemuan yang di rencanakan setelah beberapa tahun berlalu. Tanpa ada hubungan apa-apa kembali bahkan menanyakan kabarpun tidak. Kini harus bertemu kembali dalam kata reuni. Hati terlalu berat untuk melangkah, tapi pendapat orang lain menjadi hal penting bagiku. Apa kata mereka jika aku tidak datang? Mereka akan akan mengatanku terlalu kekanak-kanakan. Hm aku sedikit tersenyum kenapa pendapat orang lain menjadi sangat penting bagiku? Aku juga bisa hidup tanpa mereka.

Dengan hati yang masih menggerutu menyiapkan segala sesuatu alasan untuk tidak pergi, disini lah aku sekarang, lebih tepatnya disalah satu resto di medan. Aku melihat kumpulan orang-orang disana, ya itu teman-temanku. Aku berjalan mendekat, mencoba menyapa mereka satu persatu ketika aku sampai didekat mereka. Aku berhenti pada sosok itu, sosok yang dulu ku sebut teman terbaik yang dalam sekejap berubah menjadi seorang yang lain aku tak tau sebutan yang bagus untuknya, anggap saja musuh. Aku memilih duduk berjauhan denganya, itu pilihan yang terbaik.

Menghidari pembicaraan dan kontak mata kulakukan sedari aku sampai tempat ini, aku tidak niatan untuk tidak datang hanya karena dia tidak mungkin aku tidak bertemu dengan orang lain. Hal yang membuat kami menjadi jauh hanya hal sepele, tapi bagiku mengingkari janji adalah salah yang pling berat, aku lebih suka kata-kata yang menyakitkan dari pada janji.

Hingga acara reuni selesai tak sepatah kata pun terucap dari mulutku untuknya, meski teman-teman selalu mencari topik selalu memaksa untuk setidaknya membuat kami salin sapa satu sama lain tapi hasilnya nihil. Anggap aku keras kepala, anggap aku tidak dewasa, anggap aku orang yang jahat. Penghianatan, sakit itu masih membekas sampai sekarang, bukan tidak mau atau tidak mencoba untuk memaafkan tapi sakit ini yang terlalu dalam, terlalu susah untuk ku timbun. Maaf.

Aku bergegas ingin segera pergi, aku melihat tanganya, mungkin dia ingin mengatakan sampai jumpa atau semacamnya tapi aku memilih pergi tak menyambut hangat tanganya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia