Kisah Kita Berakhir di Februari
Kisah Kita Berakhir di Februari
Senyum terlukis diwajahku ketika
menyadari jika hari ini akan menjadi awal bulan februari, bulan cinta bagi
sepasang kekasih. Tanpa persetujaanku, memori tentangmu terputar dengan angkuh
dipikiranku. Kisah kita yang berakhir beberapa hari lalu, perpisahan yang
ditimbulkan hanya dengan alas an sepele, hanya karena perbedaan selera film
yang akan kita nikmati menghabiskan malam minggu.
“Aku maunya Aladin”. Ucapmu
sedikit menekan pada kata ‘Aladin’. Aku terlalu bosan menimati film romantis,
ingin rasanya ingin mengalah tapi entah mengapa pikirantu seakan memberontak
mengalahkan kebiasaanku itu.
Aku terlalu mengatakan terserahmu saja, mengatakan "ayok" dalam semua rencanamu, hingga aku lupa aku juga punya keinginan yang lain.
“Untuk hari ini saja bisakah kita
mengganti genrena, action”. Ucapkanku yang sedikit membujuk tidak kusangka akan
menimbulkan kemarahan yang berlebih padamu.
Hanya kali ini aku meminta, bukankah dalam sebuah hubungan harus ada kata saling memahami, tapi hingga kini kita tak menemu kata itu. Dalam hubungan kita, kata "mengalah" hanya ada pada diriku.
“Ah sudahlah aku lelah, kita
sampai disini saja”. Ucapmu mengakhiri hubungan kita sambil berlalu
meninggalkanku. Aku tersenyum miri, ‘lelah katanya’ aku ingin tertawa bukan
menertawai kalimatnya tapi menertawakan diri sendiri, memangnya apa yang aku lakukan hingga ia merasa lelah.
Berawal dengan ungkaian kata-kata indah yang berujung pahit, bukan hanya
cerita kita mungkin kebanyakan cerita akan mendapat akhir seperti itu. Tidak
ada alasan untuk menyesal jika itu
berhubungan dengan pertemuan denganmu.Aku hanya perlu memperbaiki diri agar alasan itu ta kutemui dikemudian hari. Kisah ini sperti terdengar sebuah lagu "kisah kita berakhir di februari".
Komentar
Posting Komentar