Kado

Aku Nia,  siswi yang sedang duduk dibangku SMA tepatnya kelas 11. Aku baru pindah ke sekolah ini seminggu lalu, yah aku pindah karena ayahku dipindah tugaskan oleh kantornya ke kota ini. Sebenarnya aku ingin tetap tinggal di bandung, tapi ayah melarangku, katanya tidak baik jika ayah mininggalkanku di sana sendiri karna aku itu wanita, ayah sedikit mungkin lebih tepatnya terlalu protektif terhadapku berbanding terbalik dengan bang adrian sejak SMP dulu dia sudah sekolah di Malang dan ayah tidak terlalu kuatir padanya alasanya simpel karna dia laki-laki dan dia butuh kemandirian. 

Sekolah SMA swasta menjadi tempatku saat ini bersekolah, disekolah lama pun sebenarnya adalah sekolah swasta, kata ayah di sekolah swasta lebih, sedangkan menurutku sekolah itu sama saja tergantung yang menjadi murid, menjadi siswa yang baik atau yang terbaik yang ia mau, karena pada dasarnya tidak ada siswa yang tidak baik, pengaruh lingkungan lah yang membuat mereka digolongkan siswa tidak baik.

Kelasku, X1 IPS ada tradisi yang unik setiap ada siswa atau siswi yang ulang tahun setiap siswa memiliki kewajiban untuk memberikan hadiah aku garis bawahi "KEWAJIBAN" yang berarti tidak ada kata tidak boleh, begitulah penjelasan dari sekretaris kelasku Anisa. Aku melihat ke arah belakang, aku menatap wanita yang duduk di kursi paling belakang. Gadis itu bernama Wilda yang akan berulangtahum minggu depan tepatnya 10 oktober dan ini ku tau dari anisa si sekretaris sekolah. Aku berfikir sejenak apa yang akan aku berikan padanya hingga membuat ku sedikit pusing.

"Makasih ya". Aku menoleh ke sampingku tepatnya asal suara itu. Aku menunjuk kearahku dengan jari memastikan bahwa kearahku lah ia berbicara, dia Wilda. Dia menggangguk tanda aku tidak salah.
"Untuk apa?" .Tanyaku dangan sedikit kerutan di keningku tanda aku sedikit bingung.
"Untuk Kadomu". Ah aku tersenyum. Aku memberikan Wilda sebuah beberapa foto ukuran postcard dari artis yang ia suka, WINNER salah satu boyband dari korea, disaat kebingungan melandaku kemarin aku entah kenapa aku ingin memberikan itu, dan hanya itu yang terpikirkan olehku.
"Kenapa ngasih foto ini? Itu berkesan banget tau, dari semua kado itu yang paling berkesan. Aku gak yangka dapat itu aku suka foto-fotonya dan ini semua aku gak punya. By The Way kamu tidak suka kpop kan?". Aku hanya mengangguk mendengar pertanyaan itu.
"Terus kenapa ngasih itu?". Tanyanya kembali.
"Karna aku pengen dapat hadiah yang berhubungan sama idolaku juga Anthony Sinisuka Ginting". Ucapku sambil tersenyum.
"Kamu ngekode nih?" Tanyanya sedikit menggoda.
"Hanya harapan". Aku tertawa. "Aku gak berharap dari kamu kok, dari siapa aja boleh tapi itu yang aku mau". Jawabku menjelaskan.
"Dari sekarang kita temanya". Aku mengangguk.
Segera tangan Wilda menarik tangan ku entah kemana ia membawaku, aku berharap dia bisa membawa kenyamanan untukku dan mengubah sedikit sifat susahku dalam bergaul.

Aku memang memberi kado itu agar sedikit berkesan, aku juga tau betapa wanita itu mengagumi Winner, aku bukan ingin mencari pengakuan jika aku perhatian, tap aku ingin menjadi bagian dari kelasku ini, termasuk teman dekat Wilda gadis baik nan pintar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia