Senja Kala itu

 Foto Pribadi
Senja Kala itu
Aku tersenyum ketika mata menatap semburan merah jingga di ufuk barat. Aku sedikit bergegas tanpa menghiraukan sekelilingku mendekati bibir pantai. Berharap rasa rindu yang kutumpuk dalam hati bisa kuluapkan hari ini. Sembari melepas rindu akan hadirmu dan tentu saja menikmati senja kali ini denganmu akan sangat berarti untukku. Sepertinya keinginanku terpenuhi, aku melihat jelas kau disana sembari berlari ketika ombak kecil datang menghampiri.

Kakiku seakan tertahan, tidak ingin rasanya mengganggumu jika aku datang menghampiri sehingga aku memutuskan hanya berdiri memandangimu, menikmati setiap rasa yang datang menghampiriku. Jiwaku seakan tidak berhenti memuji betapa sempurnanya engkau, rambut yang sedikit kecoklatan sangat cocok dengan warna yang dipancarkan sang mentari saat ini,lesung pipi dipipi kananmu dapat kulihat dengan jelas, bahkah bayanganmu terlihat tidak kalah jauh indahnya dengan tubuhmu.

Kakiku mulai terasa lelah entah berapa lama aku berdiri disini, memandang kagum kearahmu. Aku berlari menghampiri mu, berdiri mensejajarkan diri denganmu. Aku menoleh kearahmu tapi entah mengapa kau tak ku temukan, menoleh kekiri kekanan tak jua kutemukan hingga ombak kecil yang menhampiri kaki membawaku kealam sadarku jika kau yang hadir disini hanyalah ilusiku semata. Aku tertunduk lesu, "aku merindukanmu" ucapku lirih. Aku mulai tak peduli dengan hantaman ombak yang menghampiri kakiku keindahan senja seakan menertawaiku, mengganggapku bodoh. Sebegitunya kah aku merindukanmu? Hingga aku tak sadar kau nyata atau tidak.

Tangisku mulai mereda, kini aku tertawa, menertawai diri sendiri. Dasar gadis bodoh, mengapa kau tetap menunggu, sekian lama kau tetap saja menganggap janji itu akan ditepati, sadarlah janji tidak selalu dibuat untuk ditepati terkadang janji hanya ucapan dusta untuk menenangkan orang lain lalu dilupakan seperti yang terjadi padaku saat ini aku tetap menunggu kau kembali, menikmati senja yang menjadi favorit kita dikala engkau kembali kekampung halaman, tapi itu kini hanyalah sebuah janji aku kembali ketempat ini dikala sepetember datang menyapa tapi ini sudah kelima kalinya aku datang sendiri tanpa kau yang menemaniku, menikmati senja seperti senja kala itu yang membuat kita tertegun memuji karya sang pencipta aku ingin menikmatinya lagi tentu saja bersamamu.Berlarian ketika ombak kecil menghampiri, mengambil foto ketika matahari kian merendah.

Aku melangkahkan kaki meninggalkan pantai, menunggu disini hanya akan mebuang-buang waktu, aku sedikit lelah menunggu dan senja juga sudah terganti oleh malam dan hati terlalu yakin kau tak akan datang juga. Hati masih bertanya apa susahnya datang berkunjung sebentar, tapi itu hanya keinginanku belaka mungkin, jangankan datang menghampiri hanya sekedar mengirim berita untukku saja tidak pernah kau hilang entah ke plnet mana.
Sebenarnya ini mau dibuatin jadi puisi tapi sajaknya tak kunjung selesai juga.

Komentar

  1. Ahh Senja begitu banyak makna yg tersimpan bagi sebagian orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. senja itu terlalu indah dan terlalu banyak yg mengagumi, hingga memberikan arti yang berbeda-beda pada tiap orang

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia