Puisi : Asmaraloka Ku
ASMARALOKA KU
Pertemuan yang tak disengaja
Membawa berahi pada dua insan
Coba mengikat janji dalam suatu hubungan
Selalu bersama, janjiku janjimu
Sang waktu seperti tak merestui
Menciptakan ego menduakan rasa
Seumur hidup tak cukup mengenal seseorang, kata pepatah
Kau menjelma menjadi orang lain
Dalam doa namamu masih menjadi topik
Mengharap kau yang dulu kembali menjadi permohonan
Mungkin aku yang harus berubah menjadi inginmu
Atau kita memiliki arah jalan yang berbeda
Kata rindu tingal cerita
Perlakuan cinta Terkikis menjadi ilusi
Sembunyikan luka pada kata rujuk
Kenyataan pahit datang menghamiri
Serpihan mimpi tinggal angan-angan
Memori bensenandung akan janji masalalu
Termenung, menerka-nerka akhir cerita
Jika kata pisah menjadi pilihan
Pertemuan hanya akan sia-sia
.
Seseorang pernah berkata, kau harus mencari sesuatu agar puisimu semakin baik dan sampai sekarang belum nemu, maaf.
Pertemuan yang tak disengaja
Membawa berahi pada dua insan
Coba mengikat janji dalam suatu hubungan
Selalu bersama, janjiku janjimu
Sang waktu seperti tak merestui
Menciptakan ego menduakan rasa
Seumur hidup tak cukup mengenal seseorang, kata pepatah
Kau menjelma menjadi orang lain
Dalam doa namamu masih menjadi topik
Mengharap kau yang dulu kembali menjadi permohonan
Mungkin aku yang harus berubah menjadi inginmu
Atau kita memiliki arah jalan yang berbeda
Kata rindu tingal cerita
Perlakuan cinta Terkikis menjadi ilusi
Sembunyikan luka pada kata rujuk
Kenyataan pahit datang menghamiri
Serpihan mimpi tinggal angan-angan
Memori bensenandung akan janji masalalu
Termenung, menerka-nerka akhir cerita
Jika kata pisah menjadi pilihan
Pertemuan hanya akan sia-sia
.
Seseorang pernah berkata, kau harus mencari sesuatu agar puisimu semakin baik dan sampai sekarang belum nemu, maaf.
Puisimu akan menemukan pembacanya, seseorang bilang begitu. Kalau belum ada yang memicu lecutan kualitas puisimu, maka jangan berhenti untuk terus menulisnya. Karena pertemuan itu pasti adanya.
BalasHapus