Pacaran
Pacaran
KBBI mengartikan kata “pacaran”
sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta
kasih; kekasih, sedangkan pacaran adalah kata kerjanya. Sedangkan menurut Wikipedia
pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang bisanya
berada dalam rangkaian terhadap pencarian kecocokan menuju kehidupan
berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan (Diakses, 17/09/2019).
Dijaman milineal sekarang ini pacran
menjadi sebuah tren, bahkan ketika seseorang tidak memiliki pacar orang itu
terkadang dicap tidak laku. Terkadang juga pacaran bagi sebagian orang hanyalah
untuk sebuah “status”, agar terlihat keren, bahkan ada juga hanya untuk sekedar
ojek yang mengantar kemana-mana ini biasanya dilakukan oleh para gadis.
Pacaran sebnarnya sah-sah saja
jika hal tersebut tidak membawa dampak negatif, seperti halnya diartikan Wikipedia
bahwa pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia agar ketika
akan membina rumah tangga sudah mengerti satu sama lain hal itu akan mengurangi
resiko terjadinya perselisihan dalam rumah tangga. Hal yang menjadi salah
adalah ketika pacaran yang seharusnya dijakan sebagai proses mengenal satu sama
lain dimanfaatkan oleh sebelah pihak untuk keuntungan sendiri seperti
menjadikan kekasih seperti ojek sendiri, menadikanya mengerjakan tugas
sekolah/kuliah, ataupun pacaran dijadikan untuk hal negative seperti pergaulan
bebas yang akan merusak masa depan seperti terjadinya kehamilan di usia dini,
menikah diusia yang tidak seharusnya. Seperti pada film “Dua Garis Biru” flim
itu menceritakan bagaiman pacara yang terlalu bebas membawa dampak yang sangat
tidak baik bagi kedua belah pihak.
Disaat sekarang ini marak kita
lihat anak-anak yang masih dibawah umur, seperti anak SD sudah tau apa itu
pacaran bahkan mereka terkadang melebihi gaya pacaran orang dewasa, sepeerti
melakukan ciuman, saling memanggil mami papi atau ayah dan bunda, kata-kata
yang mereka gunakan ketika menuliskan caption
pada social media juga membuat sedikit geli dan miris, entah dari mana mereka
mengetahui hal seperti itu.
Agar pacaran membawa dampak yang
baik sepertinya bukan hanya perasaan yang harus menjadi pertimbangan, tetapi
juga umur dan kedewasaan agar mengerti apa tujuan hubungan pacran tersebut apa
hanya untuk sekedar mengisi kesendirian saja? Atau untuk kearah yang serius,
dan tentu saja untuk mendewasakan sesorang dalam bersikap dalam sebuah hubungan
dan tidak akan terjadi hal-hal yang akan berdampak buuruk bagi mereka yang
menjalani hubungan pacaran.
Sekian dari saya, masih semnagt NgeODOP.

nyatanya.. pacaran itu merepotkan :D
BalasHapusgak bebas ya kan hahah, banyak galaunya lagi
BalasHapus