Negeri berselimut Asap

Negeri berselimut Asap

Aku termenung menatap matahari sore ini, tak seperti biasanya jika aku memandang kearah barat aku menemukan warna orange cantik disana saat ini yang kutemukan nampak membuatku sedikit gemetar, matahari tampak memerah dikelilingi langit hitam bukan karena sebentar lagi akan hujan tapi itu adalah kumpulan asap, bukan karena sedang ada kebakaran didaerah tempat aku tinggal tapi kiriman dari kota tetanggaku, Riau.

Dari beberapa hari kemarin aku sudah mulai bertanya memang ini asap atau bukan sih. Tapi aku tidak terlalu yakin. Hingga minggu datang menyongsong siang hari tidak terlalu ampak tapi ketika sore datang asap itu telihat seperti kabut, dan sejak dari tadi aku mengeluh tentang hal ini tengtang mata yang sedikit sakit dan udara yang tidak enak ketika bertemu indra penciuman.

Hati mulai menggerutu, ada apa denganku masih seperti ini saja aku sudah mengeluh,bagaimana mereka yang jauh disa, saudara yang ada di Riau dan Kalimantan, bagaimana kabar mereka, hingga aktivitas mereka disini saja aku sudah merasa tidak nyaman disana mereka merasakan apa lagi.

Ingin mengeluh tapi tidak tau entah kemana, hanya berharap mereka yang sedang mencoba memdamkan api disana selalu diberikan ketabahan, kesehatan serta kesabaran dalam melakukan tugasnya, kalian adalah pahlawan paru-paru kami.

Malam ini hujan datang menyapa, hatiku sedang merasa takut "Kenapa begitu deras? bagimana jika banjir?". Aku terus kawatir hinga pikiran membawaku kedunia sadarku. Ingin rasanya hujan ini kukirimkan ke Riau atau Kalimantan, tapi siapa aku bisa melakukanya hanya doa yang akan membawanya .

Semogga solusi akan kebakaran hutan akan ditemukan dan untuk kalian yang membakarnya semoga tidak melakukanya lagi, agar Negeriku tak berselimut asap lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia