Cerpen : Senyumanmu

Senyumanmu
Aku mendesah merasa kesal dengan anak baru itu, aku menoleh kea rah belakang betapa senangya dia bercanda tawa bersama teman-teman yang lain, apa dia tidak sadar sebentar lagi kelas akan di mulai.
“Sabar”. Temanku Anisa sepertinya menyadari jika aku tidak senang dengan orang itu, sudah beberapa hari ini aku juga mengeluh tentangya. ‘Kenapa sih dia harus duduk dibarisanku’. Aku merutuk dalam hatiku. Namanya Dion tapi Dion Wiyoko, memiliki perawakan tinggi dan sepertinya dia mudah bergaul, dan jangan lupa dia menggunakan behel yang membuatku sedikit merasa “geli” mungkin karena aku tidak terbiasa melihat laki-laki menggunakan behel.
Pagi ini masih sama, dikala jam pelajaran belum dimulai maka Dion dan beberapa temanya akan memulai pembicaraan yang entah bagaimana menariknya hingga mereka tidak bias menahan diri untuk membicarakanya ketika istirahat nanti, waktu 15 menit apa tidak cukup untuk hal itu?. Aku sedikit menilirik ke belakang, ketika aku melihatnya dia sedang tersenyum aku segera menghadap kedepan entah kenapa senyum itu membuat jantungku berdebar, senyumnya manis.
Sejak saat itu aku tidak pernah lagi merasa kesal akan keributan yang ia lakukan, aku menikmati setiap suara yang keluar dari mulutnya entah itu kata-kata atau sedang tertawa, dan aku tidak mempermasalahkan behelnya ;lagi, ada apa denganku sebenarnya.
Saat ini guru sedang mengadakan rapat dan itu  berarti jam kosong bagi kami. Aku dan temanku Anisa baru kembali dari kamarmandi, ketika aku sampai dimeja aku tak menemukan kursiku disana. Aku melirik sekitarku dan ya bangku diambil oleh Dion yang sedang duduk berkumpul di dekat meja Edwin. Begitulah kelasku ketika tidak ada guru akan membuat kumpulan mengelilingi meja seperti kerja kelompok, ada yang benar-benar belajar ada juga yang hanya menggosip atau sekedar tidur. “Dion, itu kembalikan kursiku aku mau duduk.” Aku sedikit memelas kearah Dion, entah kenapa ada perasaan malu yang kurasakan dan ini hati kenapa degup-degup melulu. “Ambil kursi ku saja ya, kalau tidak itukursi si Rio aja Ambil nanti bangku mu ku kembalikan.”. Bodohnya aku menurut saja apa kata orang itu, padahal aku biasanya tidak suka jika sesorang menduduki kursi, tap Dia berbeda. “Kau menyukainya?” Aku melirik kearah suara itu, ada Anisa disana. Aku menggelengkan kepalaku pertanda yang ia katakan adalah salah. “Jangan bohong gerak gerikmu terlihat jelas kok”. Ucap Anisa sambil tertawa, kenapa dia menjengkelkan sih.
Aku tidak tau apa yang merasukiku, aku seperti orang lain ketika berurusan dengan orang yang bernama Dion itu. Banyak yang berubah pada diriku, hal sederhannya adalah ketika belajar praktek aku bukan orang yang suka memberikan buku laporanku pada orang lain tapi entah mengapa jika dia yang memintanya tanpa kata penahan aku akan memberikan. Aku yang terlalu senang pergi keruangan lab hanya karena aku satu kelompok denganya.
Masa sekolah SMA akan segera berakhir, setelah Ujian Nasional berakhir sekolahku mengadakan perpisahan dengan pergi kesalah satu wisata dikotaku. Aku sedikit merenung jadi ini akan jadi saat terakahir aku melihatnya, aku sadar jika aku seperti orang bodoh karenamu tapi entah mengapa aku menikmati kebodohanku, apa cinta sebodoh ini. Tanpa sengaja ketika ingin pergi ketempat api unggun aku berpapasan dengannya beberapa wanita menyalaminya da nada beberapa juga yang memeluknya entah menga aku merasa kesal dengan itu. Kini dia berada dihadapanku, aku mengarahkan tanganku untuk bersalaman dan dia menarikku kepelukanya.“Sampai jumpa lagi Diana”. Setelah itu dia berlalu bersama-sama temanya entah mengapa aku sedikit sedih. Tapi jika memang jodoh kita akan bertemu bukan??.


Tadi pengen buat ceritanya panjang, tapi pas diketik semuanya pada berhilangan.

Komentar

  1. 😊👍udah mengalir ceritanya, hanya paragrafnya jangan terlalu padat n kalau ada percakapan, harusnya dienter.
    "Selamat malam, Kakak."😊💪

    BalasHapus
  2. Dikasih gambar gtu biar gak padet tulisan semua

    BalasHapus
  3. Semangat terus nulisnya Kaak, sama Kita... Kadang ide menghilang saat dituangkan dalam bentuk tulisan hihi

    BalasHapus
  4. Paragrafnya panjang Jadi keliatanya padat... Semangat

    BalasHapus
  5. Mungkin tadinya mau bilang bukan Dion Wiyoko Kak Lusi . .

    Beneran nih ceritanya udah ngalir.. meski ada koreksi, tapi tetep semangat ya Kak . Maju terus

    BalasHapus
  6. Bagus kak, cuman ada sedikit typo ya kak. Semangat ��

    BalasHapus
  7. Semangat terus nulis cerpennyaa! :)

    BalasHapus
  8. Komentarnya udah ya kemarin di group wkwkwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjelajah Berastagi hingga Tongging

Puisi Berjudul Danau Toba

Tentang Dia